INI CARA BAWASLU SOLOK SELATAN KURANGI PELANGGARAN KAMPANYE PEMILU

admin 01 April 2019

Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, melakukan sosialisasi pengawasan pemilu kepada partai politik untuk mengurangi pelanggaran.

"Kami mendatangi langsung partai politik peserta pemilu untuk memberikan sosialisasi, menyampaikan aturan kampanye guna mengurangi pelanggaran terutama pemasangan alat peraga," kata Ketua Bawaslu Solok Selatan, M Ansyar di Padang Aro, Selasa.

Untuk melakukan sosialisasi Bawaslu membentuk tiga tim supaya semua bisa didatangi dan akan melakukannya selama tiga hari mulai Senin (7/1) hingga Rabu (9/1).

"Kami berharap saat sosialisasi partai politik bisa menghadirkan calegnya supaya aturan kampanye bisa langsung didengar calon," katanya.

Sosialisasi ini dilakukan agar Pemilu berjalan tertib dan sesuai aturan dan caleg yang sudah terlanjur melanggar seperti jumlah APK bisa mencopotnya sendiri.

Sekarang peserta Pemilu adalah Partai Politik dan setiap partai hanya boleh memasang APK sebanyak lima baliho dan 10 spanduk pada setiap nagari (desa adat).

Baliho maupun spanduk tersebut dicetak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedangkan desainnya dibuat oleh peserta Pemilu yaitu Partai Politik.

Sekarang ini kata dia, banyak APK yang melanggar dan jumlahnya cukup banyak tersebar di seluruh Nagari.

Dia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan penindakan APK di tempat terlarang seperti dipaku di pohon, ditempel di tiang listrik, pagar masjid, membelintang jalan, berada kurang 10 meter dari fasilitas umum.

Penindakan yang dilakukan jenisnya paling banyak baliho dan spanduk milik calon DPR, DPD maupun DPRD Privinsi dan Kabupaten.

Penindakan yang dilakukan sudah mencopot berbagai baliho spanduk maupun poster di Kecamatan Pauah Duo sebanyak 139 buah, Sangir Jujuan 87 buah, Sangir Batang Hari 39 buah, Sungai Pagu 106 buah, Sangir Balai Janggo 40 buah, Koto Parik Gadang Diateh 110 buah sertaSangir 81 APK. (*)