BAWASLU SOLOK SELATAN PERPANJANG WAKTU PENDAFTARAN PTPS

admin 01 April 2019

Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, memperpanjang waktu pendaftaran Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) hingga Rabu (27/2) karena masih kekurangan kuota.

"Pendaftaran serentak semula dilaksanakan pada 11-21 Februari 2019 tetapi hingga akhir jumlah pendaftarnya belum cukup sehingga dilakukan perpanjangan waktu," kata Ketua Bawaslu setempat, Muhammad Anshar di Padang Aro, Selasa.

Perpanjangan pendaftaran sudah dimulai sejak Minggu (24/2) dan disebat sampai ke seluruh Sekretariat Panwaslu Kecamatan (Panwascam).

Hingga saat ini jumlah pendaftar untuk jadi pengawas TPS di Solok Selatan telah tercatat sebanyak 697 orang.

Bila melihat kebutuhan satu pengawas untuk satu TPS katanya, maka jumlah ini telah melebihi kuota yang dibutuhkan sebanyak 598 TPS yang tersebar di tujuh kecamatan.

Akan tetapi katanya, dari jumlah pendaftar yang ada itu tidak merata di setiap kecamatan dan nagari sehingga pada beberapa nagari masih ada yang kekurangan pendaftar, sementara di sebagiannya lagi malah kelebihan.

Setelah selesai pendaftaran akan diseleksi lagi karena di beberapa pendaftar sebelumnya banyak yang tidak memenuhi syarat, terutama batas usia minimal 25 tahun.

"Pengawas TPS yang diutamakan itu partisipasi calon pendaftar dari TPS masing-masing, bila tidak ada baru didatangkan pengawas dari luar atau memanfaatkan tenaga staf sekretariat kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS)," ujarnya.

Syarat bagi pendaftar lanjutnya harus tercatat sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 25 tahun.

Selanjutnya minimal memiliki iazah SMA sederajat, setia pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

Dia menyebutkan kendala yang dihadapi Panwaslu Kecamatan dalam melakukan perekrutan Pengawas TPS adalah batas usia pendaftar yaitu minimal 25 tahun.

Pada beberapa TPS, seperti di kenagarian Lubuk Ulang Aling ditemukan sejumlah pendaftar yang masih berusia di bawah 25 tahun.

Pengawas TPS sesuai ketentuan UU Nomor 7 Tahun 2017 katanya, bertugas mengawasi persiapan pemungutan suara, pelaksanaan pemungutan suara, persiapan penghitungan suara, pelaksanaan penghitungan suara dan pergerakan hasil perhitungan suara dari TPS ke PPS.

Pengawas TPS juga berwenang menyampaikan keberatan dalam hal ditemukan dugaan pelanggaran, kesalahan dan penyimpangan administrasi pemungutan dan perhitungan suara.

Selain itu menerima salinan berita acara dan sertifikat pemungutan dan perhitungan suara serta kewenangan lain yang ditentukan undang-undang.

"Kami sangat berharap agar pengawas TPS yang direkrut nantinya memiliki kemampuan kepemiluan, jujur dan netral dan mempunyai tanggung jawab yang besar dalam menyukseskan pemilu 17 April 2019," ujarnya.***2***