Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Solok Selatan Ikuti Diskusi Media Pemilu Secara Daring

Daring

Foto Saat Diskusi Media Pemilu Via Daring

Padang Aro - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Solok Selatan mengikuti Diskusi Media Kepemiluan Secara Daring yang diadakan oleh Bawaslu Republik Indonesia dengan mengangkat tema "Antisipasi Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan Model Pengawasan Digital di Pemilu", pada hari jum'at (14/11).

Kegiatan diikuti oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Solok Selatan, Haikal Beserta Staf Humas Bawaslu Solok Selatan.

Dalam kesempatan ini Bawaslu RI menghadirkan narasumber yaitu Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI, Lolly Suhenty, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, August Mellaz dan Direktur Mafindo, Septiaji Eko Nugroho.

Dalam pemaparannya Ahmad Irawan menyampaikan terkait terbukanya akses informasi kepemiluan di media sosial dengan tetap mengedepankan pengawasan digital yang harus adaptif menyesuaikan dengan penyelenggaraan tahapan.

Lolly Suhenty menyampaikan dalam perkembangan platform digital Bawaslu melakukan upaya peningkatan kapasitas bagi jajaran Bawaslu agar pengawasan yang sudah baik dilaksanakan diimbangi dengan adaptasi terhadap teknologi, salah satu upaya peningkatan itu adalah pengawasan berbasis digital.

Sedangkan August Mellaz menyampaikan terkait kesiapan kita dalam menggunakan AI dalam mengembangkan sistem pemilu, dimana banyak manfaat yang dirasakan tapi tetap kedepannya harus ada proses mitigasi informasi bagi masyarakat yang menggunakannya.

Selanjutnya Direktur mafindo, Septiaji Eka Nugroho menyampaikan terkait Deepfake mitigation readiness level mengacu pada tingkat kesiapan suatu individu, organisasi, atau negara dalam mengidentifikasi, mencegah, dan menangani ancaman serta dampak negatif yang ditimbulkan oleh teknologi deepfake tersebut.