Bawaslu Solok Selatan Harapkan Kader P2P Terlibat Menciptakan Pemilu 2029 Yang Bermartabat
|
Padang Aro — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solok Selatan menaruh harapan besar kepada para kader Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) agar dapat "Berfungsi dan Bergerak" secara optimal dalam menyongsong Pemilu 2029. Hal ini sejalan dengan tema P2P yang dicanangkan Bawaslu RI, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mewujudkan pesta demokrasi yang berkualitas dan bermartabat.
Pelaksanaan P2P ini bertujuan untuk membentuk kesadaran dan meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai pengawas pemilu partisipatif. Bawaslu Solok Selatan menilai bahwa pengawasan pemilu tidak bisa hanya dibebankan kepada lembaga resmi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
"Kami berharap P2P, yang merupakan kader-kader pilihan, dapat menjadi ujung tombak pengawasan di tengah-tengah masyarakat. Mereka harus berfungsi sebagai mata dan telinga Bawaslu serta bergerak aktif menyebarkan semangat anti-pelanggaran," ujar Ketua Bawaslu Solok Selatan, Zul Nasri.
Fokus utama dari pendidikan ini adalah pembekalan materi mengenai regulasi pemilu, jenis-jenis pelanggaran, dan yang terpenting, pencegahan politik uang. Politik uang dianggap sebagai momok yang merusak integritas pemilu. Dengan pemahaman yang kuat, kader P2P diharapkan mampu:
• Mendeteksi potensi pelanggaran di lingkungannya.
• Mengedukasi masyarakat tentang bahaya politik uang.
• Melaporkan setiap indikasi atau dugaan pelanggaran secara cepat dan tepat kepada Bawaslu.
Bawaslu Solok Selatan menekankan bahwa kader P2P harus menjadi agen perubahan yang berani menolak dan melaporkan praktik kotor pemilu, sehingga Pemilu 2029 dapat benar-benar mencerminkan kedaulatan rakyat.
Meskipun saat ini tahapan Pemilu 2024 telah usai, persiapan menuju Pemilu dan Pilkada Serentak 2029 harus dimulai dari sekarang, salah satunya melalui penguatan kapasitas pengawas partisipatif. Pelaksanaan P2P ini merupakan investasi jangka panjang Bawaslu Solok Selatan untuk menjamin kualitas demokrasi di masa depan.
"Pemilu 2029 yang bermartabat adalah cita-cita kita bersama. Kader P2P adalah aset penting yang akan memastikan pengawasan berjalan secara berkelanjutan dan menciptakan budaya pemilu yang bersih," pungkasnya